Artikel Terbaru

Wakaf dan Donasi

Keutamaan Berqurban

Facebook
WhatsApp
X
Email

 

Khutbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

الحَمْدُ لِلّٰهِ رب العالمين. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin Jamaah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Gema takbir berkumandang, mengagungkan Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Sebagai pertanda, tidak ada kebesaran di alam raya ini, melainkan kebesaran-Nya.

Hadirin Jamaah Shalat Idul Adha yang di muliakan Allah.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib ingin menyampaikan tentang “keutamaan berqurban”. Pertama, Qurban merupakan bentuk ketaatan, ketakwaan, dan cara mendekatkan diri kepada Allah

Kurban artinya berasal dari kata qurban yang berakar dari kata qaruba, yang berarti “dekat”. Secara istilah, kurban adalah menyembelih hewan ternak tertentu pada hari raya Idul Adha sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, kurban artinya adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan bentuk ketaqwaan kepada-Nya.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

“Daging-daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” [al-Hajj: 37]

Jamaah shalat idul adha yang dimuliakan Allah SWT

Kurban bukan hanya sekedar ritual penyembelihan hewan saja, namun ia mengandung makna pengorbanan yang mendalam. dan merupakan wujud rasa syukurnya kepada Allah swt.

Sebagaimana dikatakan al-Qur’an,

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

diantara nikmat itu ilah nikmat iman dan islam, nikmat kesehatan, ni’mat keluarga dan persaudaraan, nikmat rizqi dan keturunan, dan nikmat-nikmat yang tak terhingga. Karena itu

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! (QS. Al-Kautsar: 1)

Dalam tafsir Li Yaddabbaru Ayatih, tidaklah Allah menyebutkan dua ayat ini secara khusus, melainkan karena dua perintah [shalat dan berkurban] adalah sebaik-baiknya amal ibadah seorang hamba, dan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Didalam shalat terkandung di dalamnya ketundukan hati dan jiwa hamba kepada Allah. Sedangkan didalam berqurban, seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memberikan hewan kurban terbaik yang dimiliki olehnya, dan ia sedang mengeluarkan harta, yang mana harta merupakan fitrah bagi setiap orang untuk mencintainya.

Jamaah shalat idul adha yang dimuliakan Allah SWT

Kedua, Qurban merupakan refleksi ketauhidan

Keyakinan [ketauhidan] yang teguh seseorang kepada Allah swt dan disertai kecintaaan kepada-Nya akan membuahkan sifat ridho, tunduk, patuh, sabar, dan penyerahan diri kepada Allah swt. Hal inilah yang diperlihatkan oleh nabi Ibrahim as dan ia buktikan dihadapan Tuhannya.

Keyakinan dan kecintaannya kepada Allah menjadikannya rela mengorbankan putranya Isma’il. Perlakuan ini sekaligus  menunjukkan sikap ketundukan, kepatuhan, penyerahan diri tertinggi kepada Allah SWT.

Dan Allah swt pun, membalas kepatuhan dan cinta hamba-Nya kepada nya. Isma’il yang tadinya akan dikorbankan, Allah ganti dengan domba, sehingga selamatlah Ismail, anak kesayangannya, sebagai hadiah dari Allah atas ketaatan Ibrahim kepada Tuhan-Nya.

Karena pentingnya ibadah qurban, ia digandengankan dengan perintah mengerjakan shalat, kata Allah “Fashalli lirabbika wanhar” [laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah].

Qul inna shalati, wanusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin [Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, qurbanku, hidupku, matiku untuk Allah Tuhan sekalian alam].

Jamaah shalat idul adha yang dimuliakan Allah SWT

Ketiga, Qurban merupakan simbol berbagi dan kepedulian kepada sesama, dan membahagiakan umat

Berdasarkan pusat data statistik, bahwa 1 orang orang Indonesia hari ini, rata-rata makan daging 0.009 kg [9 gram] perminggu atau 1.2 gram perhari, sementara menurut World Cancer Research Fund, kebutuhan daging ideal setiap orang 50-70 gram perhari. Jadi, Urusan konsumsi daging, warga Indonesia terhitung jauh dari ideal. Bahkan jauh dari kata batas wajar yang disarankan ahli kesehatan. Oleh karena itu, ibadah kurban, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan sekaligus membahagiakan dan menyatukan hati dan mengeratkan persaudaraan umat Islam.

Terakhir, siapa saja yang berkelapangan rezeki, selain ia berkurban untuk dirinya, ia juga dapat berkurban atas nama orang tuanya, khususnya ketika orang tua telah tiada.

Al-Buhuti (w.1051H) salah ulama Hanabilah dalam kitab beliau juga menyebutkan:

التضحية (عن ميت أفضل) منها عن حي. قاله في شرحه لعجزه واحتياجه للثواب (ويعمل بها) أي الأضحية عن ميت (ك) أضحية (عن حي) من أكل وصدقة وهدية

Qurbannya orang yang sudah meninggal dunia lebih utama dari qurbannya orang yang masih hidup. Karena ketidakberdayaan mayyit dan dia lebih membutuhkan pahala. Pelaksanaan qurban atas mayyit sama seperti pelaksanaan qurban orang yang hidup, dari yang dimakan dagingnya, disedekahkan dan dihadiahkan.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

KHUTBAH II

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ    لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

أَعُوْذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ  سيدنا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ، وبَارِكْ عَلَى  سيدنا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ  سيدنا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  سيدنا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ، في العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. أَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، أَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ، وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

Ditulis oleh Dr. Ali Rakhman, Pembina Yayasan Pendidikan Adab Insan

Scroll to Top